Kopi Sukanagara Untuk Dunia

0 79

- Advertisement -

Dalam sejarah, kopi di Indonesia sudah melewati perjalanan panjang dari awal masuk hingga tersebar di penjuru nusantara. Beberapa literatur tua dan artikel-artikel yang telah lebih dulu mengulas tentang sejarah masuknya kopi ke Bumi Pertiwi menyebutkan bahwa pada tahun 1696 Pemerintah Belanda membawa kopi dari Malabar, sebuah kota di India, ke Indonesia melalui Pulau Jawa.
Alur tersebut tertulis di salah satu arsip dari kongsi dagang/persekutuan dagang dari Pemerintah Hindia Timur Belanda, yang lebih dikenal dengan nama VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie). Di tahun 1707, Gubernur Van Hoorn mendistribusikan bibit kopi ke Batavia, Cirebon, kawasan Priangan serta wilayah pesisir utara Pulau Jawa. Tanaman baru ini akhirnya berhasil dibudidayakan di Jawa sejak 1714-1715. Sekitar 9 tahun kemudian, produksi kopi di Indonesia sudah begitu melimpah dan mampu mendominasi pasar dunia. Bahkan pada saat itu jumlah ekspor kopi dari Jawa ke Eropa telah melebihi jumlah ekspor kopi dari Mocha (Yaman) ke Eropa. selengkapnya baca disini
Dalam perkembangannya permintaaan akan kebutuhan kopi semakin meningkat tak terkecuali di daerah Cianjur, perkembangan konsumsi kopi dan tanaman kopi sudah mulai terlihat menjadi hal menarik banyak orang, ini di lihat dari data tanaman kopi di kawasan Perum Perhutani KPH Cianjur ± 900 Ha yang sudah di tanam dengan kondisi sudah dipanen dan siap panen.
Dikawasan Perum Perhutani di dominasi oleh 3 daerah sebaran antara lain :
1. BKPH Cianjur meliputi wilayah Kec. Cipanas, Kec. Sukaresmi, Kec Mande
2. BKPH Sukanagara Utara & Selatan meliputi wilayah Kec. Campaka, Kec. Campakamulya, Kec.        Sukanagara, Kec. Pagelaran.
3. BKPH Cibarengkok meliputi Wilayah Kec. Rancabali Bandung Barat, Kec. Naringgul, Kec.
    Pasirkuda.
Perkembangan ini cukup membuat geliat kopi cianjur untuk dunia seperti judul yang saya buat di atas, Kenapa ? karena ternyata kopi cianjur mempunyai cita rasa yang berbeda dengan daerah lainnya di jawa barat walaupun Kopi cianjur tidak mengikuti tren gunung seperti daerah garut dan bandung penamaan kopi pasti mengikuti gunung d mana areal kopi berada.
Untuk tulisan saya kali ini mengulas perkembangan kopi Sukanagara Kab. Cianjur karena di daerah ini untuk tanaman kopi cukup masif dan sudah banyak produk jadi yang siap di pasarkan, sukanagara dengan rata-rata ketinggiap ± 900 
  
 

Leave A Reply

Your email address will not be published.